Tinju Kelas welter akan menguucangkan dunia di tahun 2025, kategori tinju dalam welter yang berat petinjunya kurang dari 69 kg. Istilah ini juga digunakan dalam olahraga bela diri lainnya seperti muay Thai, taekwondo, dan seni bela diri campuran. Olahraga ini pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern pada Olimpiade 1904 di St. Louis dan saat itu hanya atlet Amerika Serikat yang bertanding Sejak itu, tinju menjadi program tetap Olimpiade dengan pengecualian pada Olimpiade 1912 di Stockholm karena dilarang oleh hukum Swedia.

Tinju yang profesional mengikuti olahraga tinju yang menghelat pertandingan sesuai ketentuan kontrak, biasanya berlandaskan hadiah uang dengan jumlah besar. Tinju profesional umumnya juga menggunakan pengaman badan yang relatif minim ketimbang tinju amatir. tinju memiliki bermacam macam kelas salah satunya kelas walter, setiap petinju yang sudah memiliki gelar profesional, Selain hadiah kemenangan, seorang petinju profesional juga mendapat bayaran tampil atau match fee tiap laga yang dilakoni. Oleh karenanya petinju yang kalah sekalipun tetap mendapat bayaran besar, kendati ia gagal merebut gelar.
Kelas welter tinju merupakan divisi kelas yang biasa digunakan dalam olahraga bela diri. Dimana awalnya, istilah welter hanya digunakan di kickboxing, kemudian juga digunakan dalam beladiri lainnya seperti Muay Thai, taekwondo dan MMA juga mengadaptasinya. Dalam sebagian besar olahraga, kelas welter berada di antara kelas ringan dan kelas menengah. Akan tetapi tinju pertama kali diperkenalkan di Olimpiade kuno oleh bangsa Yunani pada akhir abad ketujuh dan tali kulit yang lembut digunakan untuk membalut tangan dan lengan sebagai perlindungan. Dalam sebagian besar olahraga, kelas welter berada di antara kelas ringan dan kelas menengah. Aturan bobot petinju kelas Welter adalah 66,67 kg atau 147 pon.
Sebagai petinju kelas walter faktor berat badan menjadi penentu dalam pembagian kelas di dunia tinju profesional. Ada sejumlah patokan berat badan tertentu untuk mengkategorikan kelas dalam laga tinju. Penggunaan kategori tersebut demi menciptakan laga yang adil dan seimbang. Ketika olahraga tinju mencapai popularitasnya pada abad 19 dan 20, tinju profesional saat itu hanya mengenal 2 kelas.
petinju petinju kelas walter akan di kenang sepanjang masa mulai dari petinju Oscar De La Hoya hingga Terry Norris, tiap tetinju terutama kelas walter super tidak ada kekurangannya petinju kelas welter super dengan rekam jejak yang kuat dan luas di kelas 69,8 kg, namun banyak dari mereka juga mengalami kekalahan tanpa meraih banyak atau bahkan kemenangan yang benar-benar hebat.
Tinju kelas welter (welterweight) saat ini selalu menuai perhatian. Dari nama petinju legendaris seperti Thomas Hearns dan Sugar Ray Leonard hingga era modern yang diwarnai oleh Floyd Mayweather, Errol Spence Jr., dan Terence Crawford.